| “asa” |
demi cinta yang menyatu dalam jiwa
mempererat hati dengan kasih sayang
aku coba untuk tinggalkan
walau hati meronta. . .
biarkan aku berlayar arungi 0mbak halusinasiku
menanti datangnya esok. . .
aku malu menunjukan suara yang kelu dan beku
sekeping hatiku ingin membawanya pergi
dari penjara htiku. . .
aku coba menata hidup dengan bahagia
bukan karna bencana yang telah menyekap hati
dan tetes air mata di pelupuk mataku
tapi, aku tau cinta akan senantiasa
bergerak mengibarkan kebahagiaanya
karena cinta akan hadir tuk selamanya. . .
cintaku bukanlah suatu penantian
dan cintaku bukanlah kesedihan dalam kesepian. . .
melainkan butuh pengertian... pemahaman dan perhatian yang penuh kepastian
lelah sudah aku melangkah
dalam Cinta ketidakpastian akan cinta itu. . .
cinta telah membuat aku lelah dengan penantian dan kesetiaan
akankah aku selalu dan terus berada dalam penantian cinta
haruskah aku setia tanpa ada cinta dan kepastian. . .
sesungguhnya
aku sudah lelah dengan cinta dan penantian ini
aku ingin sendiri
namun. . .
tak yakin aku bisa menepis kebebasan
aku ingin lepaskan gundah dalam hati ini
aku lelah dengan semua ini. . .